Apa Bahaya Bilang “Saya Ga Bakat” ?

Sering kita dengar,”Ah, saya ga ada bakat matematika”, “Dari sononya saya ga bakat fisika”, “Ga bakat bahasa Inggris” atau sejenisnya. Apa konsekuensinya jika anak percaya hal ini? Keyakinan ini berbahaya!! Peryataan ini juga menyiratkan penyebab anak tidak bisa karena bakat orangtuanya.

Percaya bahwa bakat bawaan sebagai sumber keahlian membuat anak tidak mau untuk mencoba.

Carol Dweck, seorang profesor psikologi dari Stanford University melakukan sebuah penelitian. Siswa yang setuju bahwa “kecerdasan sudah ditentukan dan tidak bisa diubah” disebut dengan siswa fixed mindset. Ternyata ketika ditawarkan suatu program pembelajaran mereka menolaknya. Mereka tidak mau mencobanya. Mereka menganggap dengan cara apapun mereka tidak akan jadi ahli.

Dalam penelitian Dweck yang lain, siswa yang memiliki fixed mindset tetap menunjukkan minat hanya bila mereka mendapatkan nilai bagus. Mereka yang menghadapi kesulitan langsung kehilangan minat dan nilai mereka merosot. Mereka menganggap mereka memang tidak berbakat.

Sebaliknya kelompok growth mindset, Mereka yang setuju dengan pernyataan “Anda selalu bisa mengubah kecerdasan Anda dengan dramatis” adalah orang-orang yang memiliki growth mindset. Tantangan yang mereka dapatkan bukannya melumpuhkan tetapi semakin memacu semangat belajar mereka.

Strategi belajar mereka pun berbeda. Mereka yang memiliki fixed mindset berusaha menghafal rumus-rumus. Bila mereka tidak mengerti, mereka akan berusaha mencoba membaca sekali lagi dan menghafal lebih banyak lagi. Tujuannya hanya satu: mendapatkan nilai baik.

Sebaliknya mereka yang memiliki growth mindset mengambil pendekatan yang berbeda. Mereka tidak mencoba menghafalkan semuanya, tetapi berusaha memahami konsep, tema besar atau prinsip-prinsip utamanya terlebih dahulu. Bila salah, mereka akan mencoba mencari akar masalahnya. Mereka belajar demi belajar itu sendiri. Mereka tidak terlalu terpaku pada hasil akhir, selama mereka tahu sudah berusaha keras. Dan hebatnya, mereka mendapatkan nilai yang lebih baik.

FacebookTwitterGoogle+Share

Ikutan Tryout SBMPTN Akbar Ngaruh Ga Sih?

Kamu mungkin berpikir, “ah sering-sering ikutan tryout ah biar nanti makin terbiasa pas ujian SBMPTN”. Tiap ada info tentang tryout Akbar atau Serentak kamu langsung ikutan.

Ngaruh ga sih sering ikutan Tryout Akbar dan Serentak itu?

Ada sih ngaruhnya, biar kamu terbiasa suasana ujiannya dan bisa ngukur kemampuan kamu dengan pesaing kamu. Intinya kamu makin terbiasa cara ngisi kertas jawaban.

Apakah bakal naikin skor kamu nanti pas SBMPTN ? Apakah ikutan tryout bisa bikin kamu tembus Passing Grade sebenarnya?

Nah, kalo ini kita lihat dulu, setelahnya kamu lakuin ini ga :

  • Apakah kamu lihat pembahasan soalnya ?
  • Setelah kamu lihat pembahasannya apakah kamu evaluasi diri bab-bab apa saja yang sudah kamu kuasai dan mana yang belum ?. Note: Bab yang kamu kuasai itu artinya tiap nemu bab soal tentang bab itu, kamu yakin bisa jawab dengan benar.
  • Kalo ada bab yang belum kamu kuasai, kapan dan bagaimana kamu belajar menguasainya ?

Nah, kalo kamu jawabnya ga lakuin hal diatas maka Tryout kamu jadi ga ngaruh! Bahkan parahnya kamu bisa makin pesimis karena kamu ga bisa ngerjain soal-soal tryoutnya.

Sekali lagi tujuan Tryout Serentak itu untuk mengevaluasi diri. Yang paling penting setelah kamu ikutan Tryout, yakni belajar efektif untuk menguasai bab materi sehingga kalo kamu nemu bab tentang itu kamu bisa yakin jawab 100% benar. Nah, semakin banyak bab yang kamu kuasai maka skor kamu akan meningkat pas SBMPTN sebenarnya. Jadi belajar yang efektif yaa.. Pake zenius lebih mudah 🙂 .

FacebookTwitterGoogle+Share
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.